Kubuka mata dan kulihat dunia
Betapa Maha
Agungnya Dia yang telah mencinptakan segala sesuatu dengan seimbang dan
teliti. Peristiwa alam; matahari, langit, bumi, gunung, manusia,
binatang, pepohonan, awan, hujan, panas, dingin, prosesnya, dinamikanya,
dan semuanya. Semua tak luput dari pengawasan-Nya. Semua itu
menunjukkan ayat-ayat kauniyah-Nya yang (seharusnya) menjadi bacaan dan
petunjuk untuk hidup di dunia.
Tlah kuterima anugerah cintanya
Betapa
banyak nikmat dan karunia yang telah dia berikan padaku. Apapun itu,
dari fisik; mata, tangan, kaki, telinga, dan anggota tubuh semuanya,
material; harta, kekayaan, pangkat/jabatan, ilmu, pengakuan, dan
sebagainya, psikis; baik itu berupa kebahagiaan, kesedihan, kemenangan,
kekalahan, dan berbagai macam rasa. Semua merupakan anugerah cinta yang
dia berikan untukku menjalani hidup di dunia.
Tak pernah aku menyesali yang kupunya
Aku
tak pernah menyesal mendapat penyakit yang dibilang aneh oleh banyak
orang, aku tak pernah menyesal memiliki kemampuan yang terbatas
dibandingkan orang lain yang lebih kuasa. Aku tak pernah menyesal
mendapatkan kondisi yang mungkin termasuk golongan yang tak punya.
Karena semua memang merupakan skenario kehidupan yang telah dia buat di
dunia.
Tapi kusadari ada lubang dalam hati
Tapi,
aku sadar. Meski banyak sekali nikmat dan anugerah darinya, meski aku
telah menerima apa adanya, masih ada yang mengganjal. Masih ada lubang
dalam hati ini yang masih kosong, membentuk lubang yang dalam, perlu
diisi.
Kucari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini
Kumenanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati
Lalu,
kuputuskan untuk mencari kemanapun aku harus mencarinya, bagaimanapun
cara yang bisa dilakukan untuk mengisi dan dapat melengkapi kekosongan
yang melanda hati. Sekaligus menanti saat hati ini sendiri yang mungkin
akan mengungkapkan apa yang diinginkannya untuk mengisi kekosongan
isinya.
Apakah itu Kamu apakah itu dia
Selama ini kucari tanpa henti
Sampai
akhirnya, aku bertemu dengan dia. Dia yang (selalu) dapat membuatku
bangkit (kembali). Dia yang bisa membuat aku lebih bersemangat (lagi).
Dia yang (selalu) ada di sisi, saat suka maupun duka. Dia yang selalu
tahu apa yang aku
inginkan. Apakah benar dia yang
selama ini aku cari? Ataukah kamu? Kamu yang selama ini terus melengkapi
kebutuhanku. Kamu yang terus memberi tanpa kuminta. Kamu yang (sangat)
mengetahui kelebihan dan kekuranganku. Kamu yang (selalu) tahu kapan aku
membutuhkan ini, kapan aku membutuhkan itu, dan kemudian menyediakannya
untukku. Kamu yang (selalu) tahu apa yang aku
butuhkan, bukan apa yang aku inginkan.
Apakah itu cinta apakah itu cita
Yang mampu melengkapi lubang di dalam hati
Cinta,
yang menggunakan hati untuk merasa. Cinta, perasaan tanpa logika.
Cinta, yang memahami apa yang memang dibutuhkan, kemudian memberikannya
meskipun dengan cara yang menyakitkan. Ataukah cita? Yang hanya mau
menggunakan logika. Yang maunya hanya merasakan senang dan tak
sedikitpun mau merasakan ketidaknyamanan. Mana yang mampu melengkapi
lubang di dalam hati?
Kumengira hanya dialah obatnya
Tapi kusadari bukan itu yang kucari
Aku
mengira dialah yang dapat mengobati luka hati ini. Dia yang selalu
tampak membantuku mengatasi masalah-masalah yang kuhadapi. Tapi aku
sadar; bukan dia yang aku butuhkan. Obat ini hanya mengobati sementara.
Tidak menyembuhkan dengan sempurna. Yang aku cari adalah yang mampu
melengkapi lubang di hati, bukan menyembuhkannya.
Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan
Dan kuyakin Kau tak ingin aku berhenti
Ku
lanjutkan pencarian panjangku. Terus mencari apa yang aku butuhkan
untuk melengkapi hati ini. Meski pencarian ini justru membuat lubang ini
semakin menganga. Membuat langkah ini harus bertahan dan bersabar.
Terus mencoba mengembangkan kualitas dan memperbanyak kuantitas segala
cara untuk mendapatkannya. Karena aku yakin Kau tak pernah menginginkan
aku berhenti menjalankan takdir yang telah Kau tetapkan.
Apakah itu Kamu apakah itu dia
Selama ini kucari tanpa henti
Apakah itu cinta apakah itu cita
Yang mampu melengkapi lubang di dalam hati
Apakah itu Kamu apakah itu dia
Selama ini kucari tanpa henti
Apakah itu cinta apakah itu cita
Yang kan mengisi lubang di dalam hati